Minggu, 22 Agustus 2010

Teknologi Anti-Gravitasi

China Tengah Mengembangkan Teknologi Anti-Gravitasi

Berita ini memang sudah cukup lama beredar di internet, tepatnya di tahun 2007 - 2008. Tetapi sedikit orang yang mengetahui bahwa sesungguhnya teknologi anti-gravitasi telah ditemukan. Kini, China tengah mengembangkan teknologi ini untuk keperluan publik maupun militer. Apakah ini mengindikasikan bahwa China kelak akan menjadi negara superpower baru di masa depan?

Tidak sulit untuk membayangkan bagaimana pesatnya perkembangan ilmu teknologi di masa depan. Dengan segala kemampuan manusia, ilmuwan berpendapat bahwa suatu saat nanti manusia akan mampu memanipulasi apa yang telah tercipta di alam ini. Mungkin perkembangan teknologi anti-gravitasi ini adalah salah satu buktinya.
Layaknya perangkat buatan alien, seorang ilmuwan yang berasal dari Inggris telah berhasil menciptakan sebuah alat anti-gravitasi yang kelak akan menjadi cikal bakal perkembangan teknologi masa depan.
Alat ini disebut dengan EmDrive dan pengembang alat ini adalah Roger Shawyer. Perangkat ini merupakan sebuah elektron berbentuk khusus, dilengkapi rongga resonator yang tertutup dengan bidang yang lebih besar pada salah satu ujungnya. Penemunya mengklaim bahwa alat ini menghasilkan daya dorong, walaupun ketika diukur dengan menggunakan peralatan lain, tidak di deteksi adanya energi. Penemunya juag mengusulkan tentang pengembangan alat ini sebagai perangkat pendorong alternatif yang tidak menggunakan bahan bakar selain listrik di masa depan.














Konsep EmDrive Pertama

Sebenarnya ide tentang alat ini pernah disulkan oleh seorang insinyur listrik bernma Allen Cullen pada tahun 1950-an. Namun karena minimnya dana untuk riset, alat ini tidak pernah diciptakan samapi akhirnya pada tahun 2006, Roger Shawyer mengklaim berhasil menciptakan alat ini.


Konsep dari alat ini adalah dengan menggunakan radiasi dari gelombang microwave. Gelombang ini direaksikan dengan semacam gelombang eletromagnetik, ketika bereaksi dalam EmDrive, gaya yang dihasilkan akan menghasilkan suatu daya dorong. Konsep dari EmDrive sendiri begitu membingungkan, jadi daripada saya salahmemberikan informasinya, silahkan klik disini untuk detailnya.







Cara Kerja EmDrive





















EmDrive di uji coba pertama kali pada bulan September 2006, dan berita uji coba ini dimuat dalam New Scientist. EmDrive yang di uji coba ini memiliki berat 9 kilogram dan mengkonsumsi listrik sebesar 700 watt. Dalam uji coba, EmDrive mampu menghasilkan daya dorong sebesar 88 milinewton, termasuk daya yang yang kecil untuk alat yang mengkonsumsi listrik sebesar itu. Alat ini hanya mampu bertahan beberapa saat ketika dinyalakan, setelah itu alat ini mengalami kerusakan.

Berikut adalah demonstrasi EmDrive


EmDrive Static Test

Pengujian kedua pun dilakukan pada Mei 2007. Seperti yang diberitakan oleh majalah Eureka, alat kedua ini memiliki berat 100 kilogram, dan mengkonsumsi listrik sebesar 300 watt untuk menghasilkan gelombnag microwave. Alat kedua ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 96,1 milinewton selama pengujian. Uniknya, tidak seperti alat pertama yang diuji coba, alat kedua ini mampu bertahan lebih lama selama masa uji coba berlangsung.



















Shawyer mengatakan bahwa dirinya telah mengembangkan alat ini sehingga bisa menghasilkan daya dorong sebesar 30 newton ( kira - kira bisa membuat sebuah motor melayang ). Tetapi, laporan mengenai percobaannya tidak pernah dipublikasikan, sehingga banyak yang meragukan pernyataannya tersebut.

Perkembangan selanjutnya dari EmDrive adalah keberhasilan ilmuwan Jerman menciptakan superconducting resonator yang diklaim menghasilkan daya dorong sebesar 30 kiloNewton per kiloWatt daya listrik. Dengan daya sebesar itu, EmDrive mempu membuat sebuah mobil yang berukuran cukup besar untuk melayang di udara selama beberapa menit.

Walapun teknologi ini benar - benar dikembnagkan, para skeptis menganggap bahwa para ilmuwan telah bermimpi untuk dapat mewujudkannya. Mewreka menganggap bahwa alat ini tidak akan pernah berhasil karena konsep dari alat ini telah melanggar hukum - hukum fisika dan kekekalan momentum. Tetapi, Shawyer dan ilmuwan - ilmuwan lain tetap yakin bahwa EmDrive benar - benar bisa diciptakan dengan sempurna dan merupakan terobosan teknologi yang pernah dicapai oleh manusia.

EmDrive Yang Lain




















Baiklah, setelah daritadi kita membahas tentang asal usul EmDrive yang disinyalir sebagai teknologi anti-gravitasi pertama yang pernah diciptakan manusia, kini kita akan membahas tentang hubungannya dengan China.
Setelah heboh penemuan EmDrive di media ilmiah beberapa tahun yang lalu, China menyatakan ketertarikannya akan teknologi ini. Dengan basis yang sama dengan EmDrive Shawyer, ilmuwan - ilmuwan China megklaim telah membuat dan mengembangkan peralatan serupa.
Northwestern Polytechnical University (NPU) di Xi'an saat ini tegah mengembangkan teknologi pendorong berdasarkan teori pendorong Shawyer. Shawyer mengatakan bahwa NPU memulai riset mereka pada bulan Juni 2007 dibawah pengawasan Profesor Yang Juan. Mereka mampu mengembangkan simulasi matematika sendiri yang menunjukkan bahwa gaya dorong optimal dapat dihasilkan dengan rongga resonan yang sederhana.
NPU saat ini tengah mengembangkan sebuah prototipenya untuk diuji coba nanti. Saat ini, energi yang dihasilkan oleh EmDrive relatif kecil, namun NPU mengatakan jika perkembangan alat ini begitu pesat, sehingga tidak mustahil beberapa tahun lagi akan ada sebuah pesawat yang terbang nyaris tanpa suara.
Jika China berhasil mengembangkan teknologi ini, maka China akan membuat terobosan besar dalam dunia teknologi seperti yang dilakukan Inggris dengan teknologi Cloaknya ( invisible ). Jadi, jika suatu hari nanti kita sering melihat UFO di langit, mungkin saja itu adalah pesawat anti-gravitasi milik China.
Perbedaan mendasar dari EmDrive dengan perangkat pendorong konvensional adalah EmDrive tidak menggunakan bahan bakar fosil, sehingga sangat ramah terhadap lingkungan. Selama pasokan listrik tetap ada, maka EmDrive dapat bekerja dengan baik.
Meskipun beritanya tidak terlalu booming, namun alat anti-gravitasi ini benar - benar ada, walaupun banyak yang belum mengerti tentang cara kerjanya, namun alat ini benar - benar bisa bekerja dengan baik.
Pertanyaannya adalah, mungkinkah pengembangan teknologi ini akan terus dilanjutkan?mengingat teknologi ini diperkirakan akan mematikan bisnis perusahaan minyak di dunia sebagai pemasok bahan bakar yangtidak dapat diperbaharui. Banyak pihak yang memperkirakan jika terobosan teknologi ini akan menyebabkan kerugian hingga jutaan dollar karena sumber tenaga yang lebih efisien telah ditemukan. Hmm...memang selalu ada sisi yang lain, namun menurut saya dunia akan lebih baik jika teknologi ini benar - benar bisa diwujudkan dan diterapkan, karena setidaknya akan mengurangi dampak polusi akibat penggunaan bahan bakar fosil

Bagaimana perkembangan selanjutnya tentang teknologi ini? kita tunggu saja beritanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar